Breaking

Tentang Kami

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaah wasyukrillaah. Allaahumma Sholli 'alaa Muhammad wa'alaa aalii Muhammad.

Kredit Rumah dan Kendaraan Haram?? Ini pendapat para ulama...

Web ini bertujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat dalam mencari informasi seputar perumahan murah. Dalam blog ini menawarkan dengan beberapa sistem KPR di antaranya dengan sistem syariah langsung ke Developer 100% syariah, tanpa riba, tanpa ribet dan tanpa persyaratan yang berbelit-belit, dengan pilihan lokasi yang beragam dan harga yang juga beragam dengan cicilan ringan tanpa bunga dan denda.

Ada juga yang sistem konvensional, yaitu pembiayaan dengan menggunakan Bank. Dalam hal ini ada banyak pendapat ulama mengenai pembiayaan via Bank ini yaitu:

  1. Menurut Ust Abdul Somad Lc, Bahwa UANG dengan UANG adalah riba, tetapi UANG dengan BARANG tidak riba. Rasulullah dan para sahabat juga pernah melakukan pembelian barang dengan dicicil dengan harga yang lebih tinggi dari harga cash. Beliau (Ust Abdul Somad) mengacu pada beberapa pendapat para ulama di Mekkah bahwa sistem pembelian secara kredit atau bertahap, membawa manfaat kedua belah pihak yaitu pihak pembeli bisa mendapat untung keringanan yaitu  tenggang waktu yang lebih lama untuk melunasi, dan pihak penjual mendapat margin keuntungan lebih besar dengan adanya tempo pelunasan yang lebih lama, serta akan membanyakkan jumlah pembeli. Untuk lebih mendalami hal ini anda bisa melihat video-video beliau yang mengupas masalah kepemilikan rumah dan kendaraan di Youtube. Dan juga bisa mengunjungi blog beliau di: http://somadmorocco.blogspot.co.id/2010/08/kredit.html
  2. Menurut beberapa ustadz yang kami temui dan kami tanyai mengenai kredit kepemilikan rumah dan kendaraan kepada showroom, bahwa hal itu dibolehkan sepanjang pembeli memang sudah merasa mampu setelah mengukur kemampuan membayar cicilan dan memang yang dibeli itu adalah keperluan seperti rumah dan kendaraan, dengan aturan akad sebagai berikut: Contoh kasus beli rumah Bank konvensional: Harga Rumah adalah Rp. 200Jt. Kemudian akan dibeli dengan DP 30Jt. Cicilan 6jt/bln. Jadi kalau ditotal selama 3 tahun dijumlahkan semua menjadi = 30jt + ( 6jt x 12 bln x 3 thn ) = Rp. 246jt. Nah,.. Ketika datang pihak perwakilan leasing, anda membuat akad dengannya dengan menjabat tangannya: "Saya beli rumah seharga 246Jt, DP 30jt, dibayar secara mencicil 6jt/bulan selama 3 tahun." dan perwakilan leasing itu harus menjawab: "Saya jual". Dengan demikian anda akan terbebas dari riba, dan sesogyanya anda harus menghindari keterlambatan pembayaran supaya tidak terkena denda, di mana denda ini juga sebagian ulama berpendapat berbeda lagi.
  3. Pendapat Ulama lain (Info lengkapnya bisa anda lihat di Youtube pendapat Ust. Basalamah, Ust Buya Yahya, dll) KPR Bank adalah haram karena ada unsur riba/bunga, denda, dan sita (pendzaliman). 

Berdasarkan hal di atas maka kita sebagai rakyat awam langkah terbaik adalah; Sebisa mungkin kita mendapatkan pembiayaan secara syariah melalui KPR Developer yang murni 100% syariah. Bila lokasi yang anda kehendaki dikarenakan alasan yang dekat atau sekitar tempat kerja, tidak ada pembiayaan KPR syariah developer, maka cari yang KPR Bank Syariah, dan bila tidak ada juga maka anda harus menggunakan pendapat nomor 2 (dua) di atas.

Semoga hal ini bisa membantu. Melalui Web atau situs ini kami tidak menyarankan anda untuk transfer sejumlah uang dalam bentuk apapun sebelum anda survey dan telah cocok dengan lokasi dan kondisi perumahannya. Silahkan Whatsapp ke kami untuk mendapatkan info perumahan yang anda kehendaki:




Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Admin

www.Perumahanmurah.info


Diberdayakan oleh Blogger.